MASOHI, Ambonpekanews.com – Para guru di Kabupaten Maluku Tengah tengah mengikuti pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) sebagai bagian dari persiapan implementasi mata pelajaran pilihan KKA di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kesiapan guru dalam menghadapi kurikulum baru tersebut.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan secara bertahap di berbagai daerah, termasuk Provinsi Maluku. Di Maluku Tengah dan Kota Tual, pelatihan difasilitasi oleh Cabang Dinas Pendidikan setempat bekerja sama dengan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Maluku.
Salah satu pengajar KKA, Ode Abdurrachman, menjelaskan bahwa pelatihan berlangsung selama lima hari dengan metode tatap muka yang didukung sistem pembelajaran daring (LMS). Setelah itu, akan dilakukan refleksi lanjutan saat guru-guru mulai mengimplementasikan mata pelajaran ini di sekolah masing-masing.

“Kami berupaya maksimal melatih para guru dari berbagai jenjang, mulai SD hingga SMA/SMK, agar siap menjalankan peran barunya sebagai pengajar KKA. Memang tantangan infrastruktur masih ada, namun semangat para guru tetap luar biasa,” ujar Ode saat ditemui di Kota Masohi.
Pantauan di lokasi pelatihan menunjukkan suasana yang antusias dan penuh semangat. Meskipun sebagian peserta baru mengenal Koding dan Kecerdasan Artifisial, suasana pelatihan tampak menyenangkan dan tidak menegangkan seperti yang dibayangkan banyak orang.
Gerson Stefen Maupula, pengajar lainnya, menyebutkan bahwa pelatihan di titik SMAN 37 Malteng diikuti oleh 35 sekolah sasaran jenjang SMA dan SMK. “Para peserta sangat termotivasi. Ini menjadi modal penting untuk memastikan pelajaran KKA kelak bisa berdampak positif bagi siswa di masa depan,” ungkapnya.
Para pengajar dalam program ini terdiri dari dosen, guru TIK, serta praktisi di bidang teknologi informasi yang berpengalaman dalam memberikan pelatihan kepada tenaga pendidik. Mereka menerapkan berbagai strategi dan pendekatan yang adaptif agar materi mudah dipahami dan dapat segera diterapkan di satuan pendidikan masing-masing. (*)
